Skip navigation

Category Archives: Internet

ME (1/1/2008 4:53:03 PM): gimana
ME (1/1/2008 4:53:14 PM): di apartemen ad wirelessga
an*****ny (1/1/2008 4:53:41 PM): iya ini wireless
ME (1/1/2008 4:54:02 PM): di apartemen
ME (1/1/2008 4:54:04 PM): ???
ME (1/1/2008 4:54:54 PM): :?
an*****ny (1/1/2008 4:55:03 PM): iya
ME (1/1/2008 4:55:21 PM): bayar gga
an*****ny (1/1/2008 4:58:05 PM): bayar
an*****ny (1/1/2008 4:58:15 PM): sebulan 30 dolaran
ME (1/1/2008 5:21:25 PM): ada syaratnya apa unlimited??
an*****ny (1/1/2008 5:21:58 PM): syarat apa?
ME (1/1/2008 5:22:43 PM): maksudnya ada qouta limited download or dll
an*****ny (1/1/2008 5:24:31 PM): ga kok
an*****ny (1/1/2008 5:25:01 PM): download speed up to bmbps
an*****ny (1/1/2008 5:25:06 PM): 8mbps
ME (1/1/2008 5:25:20 PM): bhuset…
ME (1/1/2008 5:25:28 PM): gila
ME (1/1/2008 5:25:31 PM): brrrrr
ME (1/1/2008 5:25:33 PM): …..
an*****ny (1/1/2008 5:25:43 PM): oiya?
ME (1/1/2008 5:29:54 PM): mba’ download google earth!!
ME (1/1/2008 5:30:03 PM): biar bisa jalan2
an*****ny (1/1/2008 5:32:32 PM): maksudnya biar bisa jalan2?
ME (1/1/2008 5:32:56 PM): aku aja sekarang lagi nyari rumah om pour di korea
ME (1/1/2008 5:33:13 PM): satelite photograph!!
an*****ny (1/1/2008 5:33:26 PM): ngapain?
an*****ny (1/1/2008 5:33:34 PM): gimana robotnya?
ME (1/1/2008 5:57:22 PM): ini robotnya….
ME (1/1/2008 5:58:12 PM): gimana

ME: mba harga 1 bulan internet tepatnya berapa disana???
BUZZ!!!
an*****ny: jgan pake buzz2 ga sopan
an*****ny: 60 sgd sebulan
an*****ny: 360rb
ME: katanya 30
an*****ny: dibagi 3 orang 120 rb sebulan
an*****ny: kata sapa?
an*****ny: iya aku 30
an*****ny: 60 itu buat dirumah
ME: loh itu bisa di seluruh singapore ato di appartement aja
an*****ny: dibagi berpapenggunanya
an*****ny: gitu…
ME: loh itu bisa di seluruh singapore ato di appartement aja
an*****ny: oh itu wireless dirumah
an*****ny: di singapore banyak t4 gratis wireless
ME: kecepatannya sama
ME: yang gratis
ME: ???
an*****ny: kayaknya si enggal
an*****ny: k
an*****ny: soale waktu dieprpus lama
an*****ny: ga lama amat siii
ME: hmmm di
ME: di indonesia haraga bandwidth kelas 8Mbps tu ampe puluhan juta
ME: gila
ME: pemerintah indonesia belum berpihak pada rakyat
ME:
an*****ny: oya?
an*****ny: waw

Di Philipina sendiri harga bandwidth kelas ADSL untuk 780 Kbps upstream 1:2 adalah seharga Rp. 200.000 dan kalau dibandingkan di Indonesia untuk bandwidth kelas 512 Kbps upstream 1:2 adalah seharga Rp. 10.000.000 – Rp 15.000.000 tentulah nominal kedua bukanlah sebuah harga yang murah.

Lantas kenapa harga bandwidth di Indonesia mahal? Seharusnya pemerintah menyadari bahwa jalur komunikasi paling cepat didapatkan adalah dari Internet, dan seharusnya pula biaya untuk sarana tersebut adalah murah dan memihak kepada rakyat. Kita bisa melihat di Pasal 33 UUD 1945 yang
menyebutkan:

[…]

Demikian pasal 33 ayat (1), (2) dan (3) Undang-undang Dasar 1945. Penjelasan pasal 33 menyebutkan bahwa “dalam pasal 33 tercantum dasar demokrasi ekonomi, produksi dikerjakan oleh semua, untuk semua dibawah pimpinan atau penilikan anggota-anggota masyarakat. Kemakmuran masyarakat-lah yang diutamakan, bukan kemakmuran orang seorang”. Selanjutnya dikatakan bahwa “Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung dalam bumi adalah pokok-pokok kemakmuran rakyat. Sebab itu harus dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat”.

Sehingga, sebenarnya secara tegas Pasal 33 UUD 1945 beserta penjelasannya, melarang adanya penguasaan sumber daya alam ditangan orang-seorang. Dengan kata lain monopoli, oligopoli maupun praktek kartel dalam bidang
pengelolaan sumber dayya alam adalah bertentangan dengan prinsip pasal 33.

[…]

Namun yang terjadi adalah suimber daya frekwensi seluruhnya dikuasi oleh negara dan tidak digunakan untuk sebesar-besarnya demi kemakmuran dan kesejahteraan rakyat. TELKOMNET yang katanya perusahaan memihak kepada rakyat dengan program baru “Internet datang ke Sekolah” tetap saja memberikan harga yang lumayan gila, sekisar Rp. 9000/jam atau malam minggu dengan harga Rp. 6000/jam.

Namun kita bisa sedikit berharap dengan niatan pemerintah untuk mendirikan Backbone sendiri (seperti yang diberitakan di media lokal Detikinet) dengan harapan harga koneksi internet di Indonesia bisa sedikit lebih murah dari harga yang sekarang. Tapi saya pribadi kok ragu dengan niatan pemerintah tersebut, karena belajar dari pengalaman, pemerintah Indonesia hanya nge-gas pol pada saat pertama saja. Dan ketika proses berjalannya penuh dengan trik dan intrik busuk.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.